Entri Populer

Jumat, 01 April 2011

KEWIRAUSAHAAN BUDIDAYA DAN ANALISIS USAHA TANI MANGGIS

I
PENDAHULUAN


Produk utama tanaman manggis adalah buahnya. Buah manggis memiliki perpaduan warna yang indah dari citarasa yang khas, yakni perpaduan rasa manis, asam, dan sepet yang tidak dimiliki oleh rasa buah-buah lainnya. Oleh karena itu, buah manggis sering disebut sebagai buah “eksotik”. Selain itu buah mangis juga mendapat sebutan “Finest Fruit Of The Tropics”. Sebagian kalangan masyrakat juga ada yang menyebut buah manggis sebagai “Mutiara Hutan Belantara”
Tanaman manggis tergolong tanaman tahunan, umumnya dapat mencapai puluhan tahun dan pohonya dapat tumbuh besar. Berdasarkan bentuk kanopi, tanaman dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kanopi tanaman berbentuk oval atau bulat silindris dan berbentuk kerucut atau segitiga. Bentuk kanopi tanaman-tanaman tersebut tidak dipengaruhi oleh lingkungan, baik curah hujan, ataupun ketinggian tempat. Kanopi tanaman manggis juga tidak menentukan ukuran daun dan jumlah buah per tandan. Tanaman mangis memeliki beberapa nama, misalnya manggu (Jawa Barat/Sunda), manggih (Minangkabau), manggosteen (Inggris).
Tanaman manggis merupakan tanaman asli daerah tropis dariAsia Tenggara. Tanaman manggis semula umbuh secara liar di kawasan kepulauan Sunda Besar dan semenanjung Malaya sehigga para ahli Botani memastikan bahwa daerah asal tanaman manggis adalah kepulauan Sunda Besar dan semenanjung Malaya. Namun, beberapa ahli botani lainnya berpendapat bahwa tanaman manggis berasal dari Indonesia. Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya tanaman manggis yang tumbuh secara liar di hutanhutan belantara di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Pertumbuhan tanaman manggis secara liar dan alamiah ini juga ditemukan di beberapa kawasan lain di Asia Tenggara, misalnya di Kamboja, Myanmar, Thailand, Vietnam, dan Kepulauan Maluku.
Tanaman manggis dari kawasan Asia Tenggara ini menyebar luas ke seluruh penjuru dunia hingga ke daerah yang beriklim subtropics. Tanaman manggis menyebar ke berbagai Negara, misalnya Srilangka, Filipina, India, Selandia Baru, Indonesia, malasyia, Karabia, Hawai, Australia Utara, Amerika Tengah, dan Florida.

II
MANAJEMEN USAHA BUDIDAYA MANGGIS

A. DESKRIPSI SINGKAT

Menurut asalnya, manggis (Garcinia mangostana) merupakan buah asli daerah Asia Tenggara, tepatnya Semenanjung Malaya. Kini daerah tumbuhnya sudah tersebar sampai ke beberapa negara tropis, di antaranya Myanmar, Indocina, Indonesia, Filipina, dan Thailand. Di Indonesia, buah yang dijuluki “si hitam manis” ini, keberadaannya tergolong langka. Di daerah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan pohon manggis didapati tumbuh di hutan-hutan dan belum dimanfaatkan secara ekonomis. Padahal, masyarakat banyak menyukai buah eksotis yang mempunyai rasa enak, yaitu campuran antara rasa manis, asam, dan agak sepat. Rasa buahnya ini pulalah yang menjerat lidah warga asing sehingga menggemari buah tropis ini. Tinggi pohon manggis dapat mencapai 15 m dengan tajuk rimbun. Pertumbuhan pohon ini termasuk lamban. Batangnya berkulit cokelat dan bergetah. Daunnya berukuran relatif besar (antara 25×10 cm), berbentuk oval, liat, dan berwarna hijau. Tanaman ini berumah dua, bunga jantan dan betinanya dihasilkan oleh tanaman yang berbeda. Akan tetapi, bunga jantannya tidak berfungsi sebab mengalami rudimenter, yaitu mengecil dan mengering. Oleh karenaitu, buah manggis selalu dihasilkan dari bunga betina yang berwarna merah muda secara apomiksis (tanpa proses penyerbukan). Hal ini pulalah yang menjadi salah satu kendala dalam usaha perbaikan varietas melalui penyilangan. Buah manggis berbentuk bulat dengan kulit tebal, lumk, dan bergetah kuning. Pada waktu masih muda kulit buahnya berwarna hijau, setelah tua berubah menjadi merah tua sampai ungu kehitaman. Daging buahnya tersusun dalam beberapa segmen atau juring, berwarna putih bersih, Ian rasanya manis segar sedikit asam. Jumlah juringnya biasaqya dapat diperkirakan dari jumlah “celah” yang terdapat pnda ujung buah. Biasanya dalam sebutir buah terdiri dari 7 juring. Bijinya berukuran kecil, berwarna kecokelatan, dan biasanya berjumlah I-2 dalam setiap buah. Dibandingkan jenis tanaman buah lainnya, tanaman manggis relatif lebih membutuhkan kondisi yang spesifik.


1. SEJARAH SINGKAT

Manggis merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari hutan tropisyang teduh di kawasan Asia Tenggara, yaitu hutan belantara Malaysia atauIndonesia. Dari Asia Tenggara, tanaman ini menyebar ke daerah Amerika Tengahdan daerah tropis lainnya seperti Srilanka, Malagasi, Karibia, Hawaii dan Australia Utara. Di Indonesia manggis disebut dengan berbagai macam nama lokal seperti manggu (Jawa Barat), Manggus (Lampung), Manggusto (Sulawesi Utara), Manggista (Sumatera Barat).
.
2. JENIS TANAMAN

Klasifikasi botani pohon manggis adalah sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Keluarga : Guttiferae
Genus : Garcinia
Spesies : Garcinia mangostana L.

Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok merekomendasikan tiga klon manggis, yaitu:
1. Kelompok besar: panjang daun>20 cm; lebar>10 cm; ketebalan kulit buah>9 mm;diameter buah>6,5 cm; berat buah>140 gram; buah tiap tandan 1 butir.
2. Kelompok sedang: panjang daun 17-20 cm; lebar 8,5-10 cm; ketebalan kulit buah6-9 mm; diameter buah 5,5-6,5 cm; berat buah 70-140 gram; buah tiap tandan 1-2butir.
3. Kelompok kecil: panjang daun<17 cm; lebar<8,5 cm; ketebalan kulit buah<6 mm;diameter buah<5,5, cm; berat buah<70 gram; buah tiap tandan>2 butir.Klon yang dikembangkan adalah MBS1, MBS2, MBS3, MBS4, MBS5, MBS6 danMBS 7.
Selain itu, beberapa varietas manggis yang dewasa ini telah banyak dikembangkan dan dibudidayakan, yakni sbagai berikut.
1. Varietas manggi tanpa biji, manggis ini memiliki kuran buah kecil (berat rata-rata 80gr/buah, buah tidak berbiji dan kulit buahnya tipis. Manggis varietas ini berasal dari Malaysia.
2. Varietas manggis masta dan seta. Manggis ini memeiliki bentuk buah lonjong, kulit buahnya tebal, rasa buah manis dan kering. Manggis varietas ini berasal dari Malaysia.
3. Manggis buah kecil. Manggis jenis memilki ukuran buah kecil(berta rata-rata 60gr/buah) dan rasa buah manis. Varietas manggis ini berasal dari Malaysia
4. Mangis buah besar. Manggis jenis memilki ukuran buah besar (erat rata-rata 100gr/buah). Segmen daging buah berjumlah sedikit,dan rasanya manis. Varietas ini berasal dari Malaysia.


3. Morfologi
manggis termaksuk kelas Dicotyledoneae (berkeping dua), yang mempunyai ciri-ciri:
- Dapat hidup bertahun-tahun.,
- Perakarannya dalam,
- Mempunyai akar tunggang dan akar serabut.
- Batang manggis berkayu dan keras
- Dapat dikembangbiakan secara vegetatif (cangkok) maupun generatif (dengan biji)
- Daun manggis termasuk daun tunggal
- Mahkota daun bulat dan
- Kerimbunana sedang.
Berikut ini adalah morfologi pohon, batang, dahan daun, bunga, kelopak bunga, benang sari, bakal buah, dan buah.

Pohon : Tinggi mencapai lebih dari 25 meter dan batangnya dapat tumbuh besar
Batang : Batang manggis tumbuh tegak, batang tanaman manggis berkulit tidak rata, warna kulit batang kecokelat-kecokletan, dan diameter batang mencapai 60 cm
Tajuk Pohon : tajuknya dapat mencapai 12 m
Daun : daun tanaman manggis termasuk daun tunggal, berbentuk bulat telur sampai bulat panjang, memilki tangkai pendek dan tidak memilki daun penumpu.
Bunga : bunga tanaman manggis tumbuh di ujung ranting, tergolonhy bungan sempurna. Bunga manggis terdiri dari 4 helai daun kelopak yang tersusun dalam dua pasang, 4 helai daun tajuk atau mahkota yang berwarna hijau kekuning-kuningan yang baian pingginya berwarna merah, jumlah benang sari cukup banyak,
Bakal buah : memiliki 4 – 8 ruangan dan 4 – 8 kepala putik, bakal buah berbentuk bulat dan mengandung 1 -3 bakal biji
Buah : buahnya berbentuk bulat dan bercupat, masih ,uda kulitnya berwarna hijau dan jika matang kulitnya berwarna ungu kemerah-merahan atau merah muda.
Biji : bijinya berbentuk bulat agak pipih dan berwarna cokelat muda


B. SYARAT – SYARAT TUMBUH

1. IKLIM
Keadaan iklim yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman manggis adalah suhu udara, curah hujan, kelembapan udara, dan cahaya matahari
1. Suhu udara
Suhu udara berpengaruh terhadap proses metabolisme tanaman. Suhu udara yang terlalu tinggi atau terlalu rendah tidak cocok untuk tanaman manggis karena dapat menyebabkan terganggunya proses metabolisme tanaman sehingga prtumbuhan tanaman mengalami hambatan. Dengan demikian, poduktivitas tanaman menjadi lebih rendah.
Tanaman manggis dapat tumbuh baik dan berproduksi tinggi jikia lokasi pembudidayaan memiliki suhu udara berkisar antara 250 C – 300C. Lokasi yang memiliki suhu udara dibawah 250C tidak cocok untuk usaha budidaya manggis
2. Curah Hujan
Tanaman manggis merupakan tanaman tropis sehingga iklim yang cocok untuk tanaman manggis adalah iklim yang hangat dan kering dengan curah hujan tidak tinggi, pembungaan berkurang karena hujan lebat.
Daerah yang memiliki iklim dengan 10 bulan basah dalam 1 tahun dan curah hujan antara 1.270 – 2.500/tahun sangat cocock untuk pembudidayaan tanaman manggi. Tanaman manggis toleran terhadap iklim basah dengan 2-3 bulan basah dan 8-9 bulan kering, tanaman manggis masih dapat tumbuh dengan baik walaupun produksinya lebih rendah.
3. Kelembapan Udara
Udara sanagat kering dapat menyebabkan bunga manggis menjadi layu sehingga proses pembungaan terhenti. Udara yang sanag lembab juga tidak menguntungkan untu pertumbuhan tanaman manggis karena dapat merangasang pertumbuhan cendawan yang mengangu kesehatan tanaman. Kelembapan udara yang cocokuntuk tanaman manggis adalah sekitar 80%
4. Penyinaran Matahari
Sinar matahari sangat diperlukan oleh tanaman manggis sebagai sumber energy dalam proses metabolisme. Pengaruh sinar matahari terhadap pertumbuhan tanaman tergantung pada intensitas sinar dan lamanya penyinaran pada fase pertumbuhan tanaman. Intensitas sinar matahari yang diperlukan oleh tanaman manggis adalah berkisar 40%-70%


C. KEADAAAN TANAH
Keadaan tanah yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman manggis adalah ketinggian tempat (letak geografis tanah), sifat fisika-kimia tanah, sifat biologis tanah, dan derajad kemiringan tanah.
1. Ketinggian Tempat
Tempat yang cocok untuk bududaya tanaman manggis adalah dataran redah hingga medium dengan ketinggian tempat antara 0-600 m di atas permukaan laut
2. Sifat Fisika dan Sifat Kimia Tanah
Sifat fisika tanah yang penting adalah tekstur tanah dan struktur tanah, sedangkan sifat kimia tanah yang penting adalah derajad keasaman tanah (pH tanah) dan kadar garam dalam tanah (salinitas)
Untuk pertumbuhan yang baik, tanaman manggis mengkehendaki tanah dengan tekstur liat berpasir dan berstruktur gembur (remah), tanah mudah merembeskan air, solum tanahnya dalam (1,5m – 10m), tanah memiliki daya menahan air cukup baik, tanah tahan erosi, dan kandungan bahan organic lapisan atas tinggi. Tanah yang memiliki sifat-sifat fisika yang cocok untuk pertumbuhan tanaman manggis adalah jenis tanah latosol. Derajad keasaman tanah yang cocok untuk tanaan manggi adlaah berkisar 5-7. Keadaan air tanah yang cocok untuk tanaman manggis adalah berkisar 0,5m – 2m karena pada kedalaman air tanah tersebut tanaman manggis dapat menyerap air dan undsur hara dengan baik.
3. Sifat Biologis Tanah
Banyak bahan organic tanah (humus) dan banyaknya organisme tanah yang terkandung di dalam ttanaha dalah mencirikan sifat biologis tanah yang baik. Sifat bioligis tanah yang baik sanagat cocok untuk pertumbuhan tanaman manggis karena zat-zat hara yang diperlukan oleh tanaman terpenuhi sehingga pertumbuhan menjadi lebih baik.
4. Kemiringan tanah
Biaya pembukaan lahan yang bertopografi miring lebih besar daripada biaya pembukaaan lahan yang bertopografi datar. Tanah yang kemiringan ya cukup curam (di atas 30%) memerlukan biayan pembukaan lebih besar daripada tanah yang kemiringannya lebih rendah.

D. PEDOMAN BUDIDAYA

1. PEMBIBITAN

1) Pengadaan Benih Manggis
Untuk mendapatkan bibit manggis yang bermutu, kualitas biji yan digunakan harus diperhatikan. Biji manggis yang berkualitas baik dapat diperoleh dari pohon induk yang memiliki criteria-kriteria sebagai berikut.
1. tanaman induk telah berumur lebih dari 10 tahun
2. pertumbuhan tanaman induk subur, sehat, dan tidak terserang hama tau penyakit yang parah atau yang berbahaya.
3. Produktivitas yanaman induk tinggi, di atas rat-rata produksi populasi yang ada.
4. Tanaman induk berbatang besar, tegak, dan memiliki percabanagan yang rapat dan kuat
5. Tanaman induk menghasilkan buah yang berukuran besar.

Kemasakan buah sagat berpengaruh terhadap kualitas biji. Biji yang diambil dari buah manggis yang belum masak optimal akan keriput sehingga daya tumbuhnya rendah. Pekerjaan untuk mendapatkan biji manggis meliputi.
1. pemetikan buah
pemetikan buah manggis untuk benih dilakukan pada pohon-pohon induk terpilih. Buah-buah yang dipetik harus sudah masak penuh dengan cirri-ciri kulit buah sudah berwarna ungu kemerh-merahan atau merah muda. Pemetikan buah dilakukan dengan cara memotong pangkal tangkai buah dengan mengguanakan pisau.
2. Pengambilan biji
Buah-buah manggis yang telah terkumpul dipili yang berukuran besar dan terbebas dari serangan hama atau penyakit, kemudian dipecah untuk diambil bijinya. Pengambilan biji manggis dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a) Buah manggis dipotong menjadi dua bagian, kemudian daging buahnya dilepaskan satu persatu dari segmen-segmennya
b) Biji yang terbungkus daging buah diambil dengan cara direndam dalam air bersih selam dua hari. Setelah itu, biji manggis dicuci hingga bersih.
c) Biji-biji yang telah dicuci bersih ditiriskan di tempat yang teduh
3. Seleksi Biji
Biji-biji yang telah ditiriskan dan dikeringkan diseleksi. Biji-bij manggis yang kurang baik (tidak memenuhi syarat) disingkirkan, sehingga hanya biji-biji yang baik saja yang dikumpulkan untuk dijadikan bibit. Biji manggis yang memenuhi syarat untuk bibit adalh sebagai berikut’
a) Biji utuh (tidak cacat atau luka). Biji yang cacat aka sulit tumbuh dan kalaupun tumbuh kualitasnya jelek
b) Biji berukuran minimal 1 garm per butir
c) Bentuk biji normal dan tidak terserang penyakit karena penyakit yang dibawanya dapat menular pada bibit yang tumbuh dari biji tersebut.
d) Kemasakan biji sempurna
e) Biji memmiliki daya kecambah tinggi, yakni lebih dari 75%


4. Definisi biji dan penyimpanan biji
Biji-biji manggis yang akan dijadikan bibit didesinfektan untuk menghindari serangan hama atau penyakit.desinfektan biji manggis di lakukan dengan cara di celupkan ke dalam larutan fungsida atau inteksida selama 2-5 menit dengan dosis sesuai dengan anjuran dalam label sesuai dengan kemasan obat.selanjutnya,biji-bijib manggis ya ng telah didesinfektan dan telah kering di simpan sampai benih tersebut akan di tanam.penyimpanan benih harus di tempat yang bersih dan kering.gudang penyimpanan biji manggis harus berventilasi.
B.Faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkecambahan benih dan pertumbuhan Bibit.


2) Penyiapan Bibit

Bibit yang biasa digunakan untuk budidaya manggis didapatkan dengan cara, generatif dan vegetatif.

3). Penyiapan Lahan Pembibitan
Factor lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkecambangan benih dan pertumbuhan bibit.faktor lingkungan yang utama adalah keadaan tanah (media semai),air,oksigen,temperatur dan sinar matahari.Media semai juga harus sesuai dengan percepatan perkecambahan benih dan pertumbuhan bibit(pertumbuhan batang bawah).
Pekerjaan-pekerjaan yang di lakukan dalam penyiapan lahan pembibitan untuk tanaman manggis ialah:
1. Penentuan Lokasi Pembibitan
Lokasi untuk pembibitan atau persemai manggis adalah yang memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut.
a. Topografi tanah datar
b. Lahan terbuka,tidak terlindung oleh pepohonan,sehingga terkena sinar mataharin yang cukup.
c. Tanahnya subur,banyak mengandung bahan organic dan kedalaman lapisan olah(solum tanah)cukup dalam,yakni minimal 30 cm.
d. Sumber air di lokasi mencukupi untuk tanaman bibit.
e. Letakn lahan lebih tinggi dari pada lahan di sekitatnya agar tidak mudah tergenangi air.
f. Lokasi cukup aman dari gangguan hewan.
g. Lahan dekat dengan lokasi penanaman dan mudah diawasi.
h. Lahan bersih dari gulma atau tanaman –tanaman lain yang merugikan.
i. Terperatur udara di lokasi berkisar antara 22 -32 derajat celcius.
j. Lokasi berada di daratan rendah hingga berketinggian 600 m di atas permukaan laut.

2. Persiapan Media Semi
Biji manggis sangat lambat berkecambah,yakni 10-15 hari setelah biji di tanam baru berkecambah.pertumbuhan biji pun cukup lambat.pada umur 1tahun setelah biji di tanam,tinggi tanaman barub mencapai 10-20 cm dengan 2-3 pasang daun;pada umur 2 tahun tinggi tanaman mencapai 25 cm;pada umur 4 tahun ,tinggi tanaman 1 m;dan pada umur 6 tahun,tanaman manggis baru bercabang.pertumbuhan bibiy manggis cukup lambat karena memiliki akar serabut yang terbatas sehingga penyerapan air dan zat hara berlangsung sangat kambat.
Upaya un tuk mempercepat pertumbuhan batang bawah manggis hingga siap di sambung dapat di lakukan dengan menggunakan zat pengatur tumbuh dan pupuk daun.penyiapan media semai untuk pembibitan tanaman manggis dapat di lakukan dengan membuat bedengan pada tanah di lokasi kebun (pembibitan pada bedeng pesemaian)atau menggunakan kantong polybag yang di isi dengan media tanam.

a. Persiapan Media Semai dan Bedengan
1. tanah di olah dengan cara di cangkul sedalam 30 – 40 cm atau dibajak ddengan menggunakan traktor atau ditarik dengan hewan, tergantung luas areal yang digunakan untu pemebibitan.
2. Tanah yang telah dibajak dibiarkan terangin-angin dan tekena terik matahari selama 2 minggu.
3. Setelah itu, tanah diolah lagi dengan dicangkul tipis-tipis dan digenburkan sekaligus dibentuk bedengan dan parit-parit. Ukuran bedeng dapat dibuat sesuai selera.
4. Bedengan yang telah jadi disebari sekam dan pupuk kandang masing-masing sebanyak 6kg dan 2kg setiap meter persegi luas bedengan.
5. Selanjutnya , bedengan diberi atap adari rumput alang-alang atau daun rmbia, daun kelapa untuk menaungi bibit dari cuaca ang kurang menguntungkan.
6. Bedng persemaian telah siap ditanam biji manggis.

b. persiapan media semai dalam polybag
1. Tanah yang akan digunakan untu media semai distrilisasi dengan pemanasan (dikukus) pada temperature 1000C selama 1 jam lalu diangin-anginkan. Sterilisasi juga dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia, misalnya formalin 4% ke dalam tanah lalu ditutup dengan plastic sleama 7 hari.
2. Siapkan media semai yang terdiri atas campuran tanah, seka padi, dan pupuk kandang engan perbandingan 3:2:1.
3. Siapka kantong polybag yang berukuran 20cmx30cm atau 30cm x40cm yang bagian samping dan bagian dasrnya dilubangi sebanyak 10 lubang dengan diameter lubang sekitar 0,5cm.
4. Kantong polybag yang telah disiapkan diisi media semai sehingga 90% penuh.
5. Siapkan bedengan-bedengan tanpa pengolahan tanah (cukup diratakan) unutk tempat menaruh polybag dan diberi naungan.
6. Polybag yang telah diisi media semai disusun rapi pada bedengan-bedengan yang telah diberi naungan.

2. PENGOLAHAN MEDIA TANAM
1. Pengolahan Media Tanam
a. PersiapanPenetapan areal untuk perkebunan mangga harus memperhatikan faktor kemudahan transportasi dan sumber air.
b. Pembukaan lahan membongkar tanaman yang tidak diperlukan dan mematikan alang-alang serta menghilangkan rumput-rumput liar dan perdu dari areal tanam. Membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yang terlalu besar.
c. Pengaturan Jarak Tanam
Pada tanah yang kurang subur, jarak tanam dirapatkan sedangkan pada tanah subur, jarak tanam lebih renggang. Jarak tanam standar adalah 10 m dan diatur dengan cara:a) segi tiga sama kaki.b) diagonal.c) bujur sangkar (segi empat).
d. Pemupukan bibit ditanam di musim hujan kecuali di daerah yang beririgasi sepanjang tahun. Sebelum tanam taburkan campuran 500 gram ZA, 250 gram SP-36 dan 200 gram KCl ke dalam lubang tanam dan tutup dengan tanah.
3.Teknik Penanaman
1. Pembuatan Lubang Tanam
Buat lubang tanam ukuran 50 x 50 cm sedalam 25 cm dan tempatkan tanah galian tanah di satu sisi. Perdalam lubang tanam sampai 50 cm dan tempatkan tanah galian di sisi lain. Keringanginkan lubang tanam 15-30 hari sebelum tanam. Kemudian masukkan tanah bagian dalam (galian ke dua) dan masukkan kembali lapisan tanah atas yang telah dicampur 20-30kg pupuk kandang. Jarak antar lubang 8 x 10 m atau 10 x 10 m dihitung dari titik tengah lubang. Untuk lahan berlereng perlu dibuat teras, tanggul dan saluran drainase untuk mencegah erosi.



2. Cara Penanaman
Dengan jarak tanam 10x 10 m atau 8 x 10 m diperlukan 100-125 bibit per hektar. Cara menanam bibit yang benar adalah sebagai berikut:
a. Siram bibit di dalam polybag dengan air sampai polibag dapat dilepaskan dengan mudah.
b. Buang sebagian akar yang terlalu panjang dengan pisau/gunting tajam.
c. Masukkan bibit ke tengah-tengah lubang tanam, timbun dengan tanah sampai batas akar dan padatkan tanah perlahan-lahan.
d. Siram sampai tanah cukup lembab.
e. Beri naungan yang terbuat dari tiang-tiang bambu beratap jerami. Jika sudah ada pepohonan di sekitarnya, pohon-pohon ini bisa berfungsi sebagai pelindung alami. Pohon pelindung harus bersifat alami dan mengubah iklim mikro, misalnya tanaman Albisia dan Lamtoro.















gambar: pembuatan lubang tanaman


3. PEMELIHARAAN TANAMAN
a. Pemeliharaan Tanaman
PenyianganLakukan penyiangan secara kontinyu dan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan dan penggemburanyaitu dua kali dalam setahun.
b. Perempalan/Pemangkasan Ranting-ranting yang tumbuh kembar dan sudah tidak berbuah perlu dipangkas untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Gunakan gunting pangkas yang bersih dan tajam untuk menghindari infeksi dan lapisi bekas pangkasan dengan ter.
c. Pemupukan
Jenis dan dosis pemupukan anjuran adalah:
 Pohon berumur 6 bulan dipupuk campuran urea, SP-36 dan KCl (3:2:1) sebanyak 200-250 gram/pohon.
 Pohon berumur 1-3 tahun dipupuk campuran 400-500 gram Urea, 650-700 gram SP-36 dan 900-1000 gram KCl (3:1:2) yang diberikan dalam dua sampai tiga kali.
 Pohon berumur 4 tahun dan seterusnya dipupuk campuran urea, SP-36 dan KCl (1:4:3) sebanyak 3-6 kg.pohon ditambah 40 kg/pohon pupuk kandang.
Pupuk ditaburkan di dalam larikan/di dalam lubang-lubang di sekeliling batang dengan diameter sejauh ukuran tajuk pohon. Dalam larikan dan lubang sekitar 10-20 cm sedangkan jarak antar lubang sekitar 100-150 cm.
d. Pengairan dan Penyiraman
Tanaman yang berumur di bawah lima tahun memerlukan ketersediaan air yang cukup dan terus menerus sehingga harus disiram satu sampai dua hari sekali. Sedangkan pada pohon manggis yang berumur lebih dari lima tahun, frekuensi penyiraman berangsur-angsur dapat dikurangi. Penyiraman dilakukan pagi hari dengan cara menggenangi saluran irigasi atau disiram.
e. Pemberian MulsaMulsa jerami dihamparkan setebal 3-5 cm menutupi tanah di sekeliling batang yang masih kecil untuk menekan gulma, menjaga kelembaban dan aerasi dan mengurangi penguapan air.
E. HAMA DAN PENYAKIT
1. Hama
a. Ulat bulu Hama ini melubangi daun. Pengendalian: (1) menjaga sanitasi lingkungan dan pemeliharaan tanaman yang baik; (2) penyemprotan insektisida Bayrusil 250 EC/Cymbush 50 EC dengan konsentrasi 0.1-0.2 %.
b. Tupai
Tupai menyerang buah yang hampir masak, tiap ekor tupai dapat menghabiskan 2-3 butir buah manggis/hari.
Pengendalian : yang sering dilakukan adalah dengan jalan menembak dengan senapan angin atau dikroyok siang hari
c. Pemakan Daun
Ulat pemakan daun yang masih muda, sedang warna ulat kelabu coklat dan berambut.
Pengendalian : oleh karena serangan dilakukan pada malam hari maka pengendalian dengan penggunaan insektisida sistemik.









Sumber balitbu Hama ulat daun (Hyposidra talaca)
Gambar, hama penggorok daun

2. Penyakit
a. Bercak daun Penyebab: jamur Pestalotia sp., Gloesporium sp. dan Helminthosporium sp.
Gejala: bercak pada daun yang tidak beraturan berwarna abu-abu pada pusatnya (Pestalotia sp.), coklat (Helminthosporium sp.) dan hitam pada sisi atas dan bawah daun (Gloesporium sp.). Pengendalian: mengurangi kelembaban yang berasal dari tanaman pelindung, memotong bagian yang terserang dan menyemprotkan fungisida Bayfidan 250 EC/Baycolar 300 EC dengan konsentrasi 0.1-0.2 %.






Bercak daun yang disebabkan oleh Helminthosporium sp.
b. Jamur upasPenyebab: Corticium salmonicolor Berk.et Br.
Gejala: cabang/ranting mati karena jaringan kulit mengering. Pengendalian: memotong cabang/ranting, mengerok kulit dan kayu
yang terserang parah dan mengolesi bagian yang dipotong dengan cat, atau disemprot dengan Derosal 60 WP 0.1-0.2 %.

Gambar . Kanker batang/cabang (Botryosphaeria ribis)

c. Hawar benangPenyebab: jamur Marasmius scandens Mass Dennis et Reid.
Gejala: miselium jamur tumbuh pada permukaan cabang dan ranting membentuk benang putih yang dapat meluas sampai menutupi permukaan bawah daun.
Pengendalian: menjaga kebersihan dan memangkas daun yang terserang.
d. Kanker batangPenyebab: jamur Botryophaerisa ribis.
Gejala: warna kulit batang dan cabang berubah dan mengeluarkan getah.
Pengendalian: (1) perbaikan drainase, menjaga kebersihan kebun, pemotongan tanaman yang sakit; (2) penyemprotan fungisida Benlate untuk kanker batang, Cobox atau Cupravit bagi penyakit lainnya.
e. Hawar rambut Penyebab: jamur Marasmius equicrinis Mull.
Gejala: permukaan tanaman manggis ditutupi bentuk serupa benang berwarna coklat tua kehitaman mirip ekor kuda.
Pengendalian: sama dengan kanker batang.
f. Busuk buahPenyebab: jamur Botryodiplodia theobromae Penz. Gejala: diawali dengan dengan membusuknya pangkal buah dan meluas ke seluruh bagian buah sehingga kulit buah menjadi suram. Pengendalian: sama dengan kanker batang.
g. Busuk akarPenyebab: jamur Fomes noxious Corner.
Gejala: akar busuk dan berwarna coklat.
Pengendalian: sama dengan kanker batang.


F. PANEN DAN PASCA PANEN
1. Panen
a. Ciri dan Umur Panen
Tingkat kematangan sangat berpengaruh terhadap mutu dan daya simpan manggis. Buah dipanen setelah berumur 104 hari sejak bunga mekar (SBM). Umur panen dan ciri fisik manggis siap panen dapat dilihat berikut ini
 Panen 104 hari: warna kulit hijau bintik ungu; berat 80-130 gram; diameter 55-60 mm.b) Panen 106 hari: warna kulit ungu merah 10-25%; berat 80-130 gram; diameter 55-60 mm.c) Panen 108 hari: warna kulit ungu merah 25-50%; berat 80-130 gram; diameter 55-60 mm.d) Panen 110 hari: warna kulit ungu merah 50-75%; berat 80-130 gram; diameter 55-60 mm.e) Panen 114 hari: warna kulit ungu merah; berat 80-130 gram; diameter 55-65 mm.
Untuk konsumsi lokal, buah dipetik pada umur 114 SBM sedangkan untuk ekspor pada umur 104-108 SBM.
 Cara Panen
Pemanenan dilakukan dengan cara memetik/memotong pangkal tangkai buah dengan alat bantu pisau tajam. Untuk mencapai buah di tempat yang tinggi dapat digunakan tangga bertingkat dari kayu/galah yang dilengkapi pisau dan keranjang di ujungnya. Pemanjatan seringkali diperlukan karena manggis adalah pohon hutan yang umurnya dapat lebih dari 25 tahun.
b. periode panen pohon manggis di Indonesia di panen pada bulan November sampai pada maret tahun berikutnya.

2. PERKIRAAN PRODUKSI
1. Perkiraan Produksi
Produksi panen pertama hanya 5-10 buah/pohon, kedua rata-rata 30 buah/pohon selanjutnya 600-1.000 buah/pohon sesuai dengan umur pohon. Pada puncak produksi, tanaman yang dipelihara intensif dapat menghasilkan 3.000 buah/pohon dengan rata-rata 2.000 buah/pohon. Produksi satu hektar (100 tanaman) dapat mencapai 200.000 butir atau sekitar 20 ton buah.

4. Pascapanen
1. Pengumpulan buah dikumpulkan di dalam wadah dan ditempatkan di lokasi yang teduh dan nyaman.
2. Penyortiran dan PenggolonganTempatkan buah yang baik dengan yang rusak dan yang busuk dalam wadah yang berbeda. Lakukan penyortiran berdasarkan ukuran buah hasil pengelompokan dari Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok yaitu besar, sedang dan kecil.
3. PenyimpananPada ruangan dengan temperatur 4-6 derajat C buah dapat tetap segar selama 40 hari sedangkan pada 9-12 derajat C tahan sampai 33 hari.

Gambar. Tingkat kematangan buah manggis berdasarkan indek/tahapan

Ciri I : Warna buah kuning kehijauan, kulit buah masih banyak mengandung getah dan buah belum siap dipetik.



Ciri II: Warna kulit buah hijau kekuningan, buah belum tua dan getah masih banyak. Isi buah masih sulit dipisahkan dari daging. Buah belum siap dipanen.



Ciri III: Warna kulit buah kuning ke-merahan dengan bercak merah hampir merata. Buah hampir tua dan getah mulai berkurang. Isi buah masih sulit dipisahkan dari daging.


Ciri IV :Warna kulit buah merah ke-coklatan. Kulit buah masih bergetah. Isi buah sudah dapat dipisahkan dari daging kulit. Buah disarankan dapat dipetik untuk tujuan ekspor.


Ciri V :Warna kulit buah merah ke-unguan. Kulit buah masih sedikit bergetah. Isi buah sudah dapat dipisahkan dari daging kulit dan buah dapat dikon-sumsi. Buah dapat dipetik untuk tujuan ekspor.

Ciri :Warna kulit buah ungu ke-merahan. Buah mulai masak dan siap dikonsumsi. Getah telah hilang dan isi buah mudah dilepaskan. Buah lebih sesuai untuk pasar domestic



Ciri :Warna kulit buah ungu ke-hitaman. Buah sudah masak. Buah sesuai untuk pasar domestik dan siap saji.



Antioksidan pada Buah Manggis
Buah manggis mengandung xanthone sebagai antioksidan yang kuat, sangat dibutuhkan dalam tubuh sebagai penyeimbang prooxidant (reducing radicals, oxidizing radicals, carboncentered, sinar UV, metal, dll) yang ada di lingkungan manusia. Selanjutnya beberapa peneliti di luar negeri menjelaskan bahwa kulit buah manggis yang sudah matang mengandung polyhydroxy-xanthone yang merupakan derivat dari mangostin dan ß mangostin.
Xanthone mempunyai kemampuan sebagai antioksoidan, antibakteri, antitumor dan antikanker. Sebuah penelitian di Singapura menunjukkan bahwa sifat antioksidan pada buah manggis jauh lebih efektif bila dibandingkan dengan antioksidan pada buah rambutan dan durian. Khasiat Xanthone dari Kulit buah manggis Xanthone merupakan substansi kimia alami yang tergolong senyawa polyphenolic. Senyawa xanthone dan derivatnya dapat diisolasi dari kulit buah manggis (pericarp) dan mengandung 3-isomangostein, alpha-mangostin, beta- mangostin, gamma-mangostin, garcinone A, garcinone B, C, dan D, maclurin, mangostenol, catechin, potassium, calsium, posphor, besi, vitamin B1, B2, B6, dan vitamin C.
Manfaat Tanaman Manggis
Manggis merupakan tanaman budidaya di daerah tropis. Tumbuhan ini tumbuh subur pada kondisi dengan banyak mendapat sinar matahari, kelembaban tinggi, dan musim kering yang pendek (untuk menstimulasi perbungaan). Pada kondisi kering, diperlukan irigasi untuk menjaga kelembapan tanah. Tumbuhan ini ditanam hingga ketinggian 1000 m dpl (20-40°C) di daerah tropis, namun pertumbuhan maksimal berlangsung di daerah dataran
rendah.
Manfaat tanaman manggis adalah sebagai berikut :
1. Sebagai obat anti kanker (Suksamrarn et.al., 2006).
2. Supplement untuk diet.
3. Bahan pewarna.
4. Rebusan kulit buah manggis mempunyai efek antidiare.
5. Buah manggis muda memiliki efek speriniostatik dan spermisida.
6. Dari hasil suatu penelitian dilaporkan bahwa Mangostin (1,3,6-trihidroksi-7-metoksi-2,8-bis(3metil-2-butenil)-9H-xanten-9-on) hasil
7. isolasi dari kulit buah mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan.
8. Dari hasil studi farmakologi dan biokimia dapat diketahui bahwa mangostin secara kompetitif menghambat tidak hanya reseptor histamin H, mediator kontraksi otot lunak tetapi juga epiramin yang membangun tempat reseptor H1, pada sel otot lunak secara utuh. Mangostin merupakan tipe baru dari histamin.
9. Pemberian ekstrak daun muda terhadap mencit bunting dengan dosis 500, 1000, 1500 mg/kg BB, menunjukkan efek pada fetus berupa penurunan berat badan, terjadinya perdarahan pada fetus, dan adanya perubahan jaringan hati fetus seperti nekrosis pada sel hepar, tetapi tidak terjadi kelainan perkembangan dan aborsi. Ekstrak daun manggis dengan berbagai dosis dapat mengurangi jumlah sel spermatid, terjadi penambahan jumlah spermatozoa abnormal, dan lambatnya gerak maju spermatozoa mencit.
10. Di masyarakat, buah digunakan untuk mengobati diare, radang amandel, keputihan, disentri, wasir, borok; di samping itu digunakan sebagai peluruh dahak, dan juga untuk sakit gigi. Kulit buah digunakan untuk mengobati sariawan, disentri, nyeri urat, sembelit. Kulit batang digunakan untuk mengatasi nyeri perut. Akar untuk mengatasi haid yang tidak teratur (Tanaman Obat Indonesia, 2005).
11. Batang pohon manggis dipakai sebagai bahan bangunan, kayu bakar/ kerajinan.
12. Kulit buah manggis yang kaya Tanin, seringkali diambil ekstraknya dan dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi masalah pencernaan, dan dalam bentuk salep.
13. Kulit manggis juga berkhasiat untuk membuang asam ureat di dalam tubuh yang berguna bagi penderita reumatik/gout.
14. Pohon manggis yang memiliki perakaran kuat juga baik ditanam untuk pemulihan kembali areal kritis.


GAMBARAN PELUANG AGRIBISNIS
Masyarakat dunia mengenal manggis sebagai Queen of fruits karena rasanya yang exotic yaitu manis, asam berpadu dengan sedikit sepat. Prospek pengembangan agribisnis manggis sangat cerah meningkat perminat buah ini di luar negeri banyak dan harganya relatif mahal. Taiwan adalah pasar terbesar manggis Indonesia, selama tahun 1994, Taiwan mengimpor manggis Indonesia sebanyak 2.235.177 kg atau 83% dari total ekspor buah Indonesia. Negara lain yang mengimpor manggis adalah a.l. Jepang, Brunei, Hongkong, Arab Saudi, Kuwait, Oman, Belanda, Perancis, Swis, Amerika Serikat. Peluang pasar luar negeri diperkirakan terus meningkat dengan penambahan volume 10,7% per tahun. Harga manggis di pasar tradisional relatif murah karena manggis yang dipasarkan di dalam negeri adalah sisa ekspor, jadi mutunya sudah tidak baik. Jika produsen dapat menghasilkan buah manggis dengan mutu yang merata dan konstan, sudah pasti harga tersebut akan jauh meningkat. Kendala agribisnis manggis adalah umur panen tanaman yang bisa mencapai 6 tahun, sehingga pengembalian modal tidak dapat berlangsung cepat. Karena itu diperlukan para pemodal kuat yang tetap dapat bertahan sampai modal agribisnis manggisnya kembali setelah menunggu 11 tahun sejak tanam.

STANDAR PRODUKSI
1. Ruang Lingkup
Standar ini yarat penandaan, cara pengemasan.
2. Diskripsimeliputi diskripsi,klasifikasi dan standar mutu, cara pengambilan contoh, cara uji,
Standar mutu buah manggis tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01–3211-1992.
3. Klasifikasi dan Standar Mutu
Terdiri dari 3 jenis mutu, yaitu mutu super, mutu I, mutu II.
1) Keseragaman: mutu super=seragam; mutu I=seragam; mutu II=seragam.
2) Diameter: mutu super>65 mm; mutu I=55–56 mm; mutu II<55 mm. 3) Tingkat keseragaman: mutu super=segar; mutu I=segar; mutu=II segar. 4) Warna kulit: mutu super hijau; mutu I=kemerahan s/d merah; mutu II=muda mengkilat 5) Buah cacat atau busuk (jumlah/jumlah): mutu super=0%; mutu I=0%; mutu II=0% 6) Tangkai dan atau kelopak: mutu super utuh, mutu I utuh, mutu II utuh 7) kadar kotoran (b/b): mutu super=0%; mutu I=0%; mutu II=0% 8) Serangga hidup dan atau mati :mutu super=tidak ada; mutu I=tidak ada; mutu=II tidak ada. 9) Warna daging buah: mutu super=putih bersih; mutu I=khas manggis putih; mutu II=bersih khas manggis Untuk pengklasifikasian dilakukan pengujian diantaranya adalah: a) Penentuan ukur diameter Ukur setiap panjang garis tengah yang tegak lurus pada tinggi buah manggis segar dari seluruh contoh uji dengan menggunakan alat pengukur diameter yang sesuai. Pisahkan sesuai dengan ketentuan penggolongan yang dinyatakan dalam standar yaitu>65 mm; 55–65 mm; <55 mm. b) Penentuan buah cacat dan atau busuk pada buah manggis segar. Hitung jumlah seluruh contoh uji buah segar, amati satu persatu dari buah yang bersangkutan dari secara visual dan organoleptik serta pisahkan buah yang cacat/busuk sesuai dengan jenis cacat dan batasan busuk sebagai berikut: 1. Buah cacat cuaca dan mekanis yang rusak memar, luka pada kulit dan daging buah akibat tekanan, benturan dan getaran. 2. Buah cacat fisiologis yaitu buah yang tingkat kematangannya sudah berlanjut. 3. Buah cacat fisiologis yaitu buah yang tingkat kematangannya sudah berlanjut 4. Buah cacat karena hama dan penyakit yaitu buah yang sudah tercemar oleh serangga dan pathogen perusak. 5. Buah dinyatakan busuk apabila daging/kulit buah telah terlihat pembusukan yang dapat diidentifikasikan secara visual. c) Penentuan kadar kotoran Timbang seluruh contoh uji buah manggis segar, amati secara visual adanya kotoran yaitu semua bahan bukan buah manggis segar seperti tanah, bahan tanaman yang nampak menempel pada buah manggis segar/berada pada kemasan yang tampak secara visual. Pisahkan kotoran yang terdapat pada buah manggis segar dan kemasan, seperti tanah, potongan daun/benda lain yang termasuk kotoran yang menempel pada buah manggis segar dan timbanglah. d) Penentuan kesegaran Hitung jumlah seluruh contoh uji buah manggis segar, amati satu persatu buah segar secara visual dan pisahkan buah yang dinyatakan tidak segar yaitu dengan memperhatikan kondisi kulit buah. Hitung jumlah satuan buah yang dinilai kurang segar dan hitung pula presentase jumlah satuan buah yang dinilai kurang segar terhadap jumlah seluruh contoh uji. e) Penentuan adanya serangga hidup atau mati Amati secara visual adanya serangga hidup dan mati pada buah dan kemasan. 4. Pengambilan Contoh Suatu partai/lot buah manggis segar terdiri dari maksimum 1.000 kemasan. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti pada data dibawah ini 1. Jumlah kemasan dalam partai/lot 1–5: contoh yang diambil 5. 2. Jumlah kemasan dalam partai/lot 6–100: contoh yang diambil 7. 3. Jumlah kemasan dalam partai/lot 101–300: contoh yang diambil 9. 4. Jumlah kemasan dalam partai/lot 301–500: contoh yang diambil 10. 5. Jumlah kemasan dalam partai/lot 501–1000 : contoh yang diambil semua. Dari setiap kemasan yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya 3 kg kemudian dicampur. Untuk kemasan dengan berat kurang dari 3 bungkus harus diambil contoh sekurang-kurangnya dari dua kemasan. Dari jumlah buah yang terkumpul kemudian secara acak contoh sekurang-kurangnya 3 kg untuk diuji. Petugas pengambil contoh harus yang memenuhi persyarat, yaitu orang yang telah berpengalaman/telah dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. 5. Pengemasan Buah manggis segar dikemas dengan kotak karton baru/keranjang plastik yang kokoh, baik, bersih dan kering, berventilasi, dengan berat bersih setiap kemasan sebesar 2 kg untuk kemasan karton dan 10 kg untuk kemasan keranjang plastik. Dan juga digunakan kemasan yang berat berdasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli. TEKNIK MEMPERTAHANKAN MUTU MANGGIS Tanaman manggis di Indonesia biasanya mulai berbunga pada bulan Juli-Oktober, sehingga buah masak siap dipanen pada bulan Nopember-Maret. Panen perdana dari buah manggis biasanya sangatlah tergantung pada bibit yang ditanam. Tanaman manggis yang berasal dari biji mulai berbuah pada umur 15 tahun bahkan lebih, sedangkan bibit yang ditanam dari hasil sambung pucuk (top grafting) sudah mulai berbuah pada umur 5- 7 tahun. Panen perdana dari manggis biasanya 5-10 buah/pohon, namun pada tahun berikutnya manggis dapat berbuah rata-rata 30-50 buah /ponoh, kemudian pada tahun berikutnya rata-rata 500 buah, 700 buah, 1000 buah bahkan lebih rata-rata/pohon/tahun, untuk tanaman manggis yang telah berumur lebih dari 20 tahun biasanya bisa menghasilkan buah manggis rata-rata2000-3000buah/pohon/tahun. Penentuan saat panen buah manggis dalam katagori masak yaitu warna kulit buah manggis telah berwarna ungu kemerah-merahan atau berwarna merah muda. Panen manggis biasanya dilakukan dengan cara dipetik atau dengan cara memotong pangkal tangkai buah dengan pisau atau gunting stek, untuk pohon yang sudah tinggi menggunakan galah yang ada keranjangnya, sehingga buah yang dipetik tidak jatuh ketanah. Pada saat penentuan panen dan memetik buah agar buah dapat dipertahankan mutu dan kesegaranya ada beberapa hal yang harus diperhatikan : a. Buah yang dipanen 25-50% setelah terbentuk warna ungu, telah dinyatakan masak, dan jangan kelewat masak. b. Saat panen buah yang dipetik jangan sampai rusak, usahakan sampai dibawah tidak di jatuhkan, karena buah akan memar bahkan luka, sehingga mempercepat masuknya bakteri pembusuk kedalam buah c. saat panen diusahakan pada saat udara cerah, dan tidak turun hujan, sehingga buah manggis yang panen dalam keadaan kering. d. Pengumpulan buah manggis yang telah dipanen, tempatkan dalam keranjang bambu atau plastik dengan ukuran sedang, jangan yang terlalu besar (ukuran5-10kg) e. Lokasi pengumpulan buah manggis dipilih tempat yang letaknya strategis, teduh, dan nyaman untuk memperlancar proses penangganan berikutnya. f. Lakukan sortasi dan klasifikasi, yaitu buah manggis yang baik dan rusak pisahkan, ukuran buah juga pisahkan berdasarkan grid A,B,C yaitu ukuran berat >100 gram (A), ukuran 70- 80 gram (B) dan < 50 gram (C)
g. setelah dilakukan pengkelasan, pada tahap selanjutnya adalah lakukan pengemasan, terutama untuk tujuan ekpor, pengemasan yang baik gunakan bahan yang punya penampilan yang menarik dan aman sehingga buah manggis tidak rusak saat pengangkutan.
h. Bahan pengemasan yang dipilih yaitu yang ringan dan tidak merusak produk, buah yang dikemas ukuran seragam, warna kulit merah tua, merata dan tidak cacat, tiap kemasan diberi label yang menarik dan informatif, mengenai jenis, varietas buah dan mutunya.
i. Penyimpanan buah manggis dapat tahan lama dan segar bila penyimpanan dilakukan pada ruangan atau tempat yang dingin, yaitu pada suhu 4⁰ - 6⁰ C, sehingga buah maggis tersebut dapat tahan ± 2 bulan, sedangkan pada suhu 9⁰-12⁰ C buah manggis hanya bisa bertahan kesegarannya 30 hari. Oleh karena itu para petani pada saat terjadi panen raya untuk menyimpan hasil panennya yang telah di sortil dan dikemas dapat disimpan diruang pendingin /cool storage.
Yang perlu diketahui oleh para petani manggis untuk memperhatikan tingkat ketuaan buah panen, hal ini sangat mempengaruhi kwalitas hasil panen yaitu diantaranya :
a. Buah muda, daya simpannya lama namun rasa buah tidak manis dan asam atau hambar dan penampilan buahnya kurang menarik. Buah dengan tingkat ketuaan yang demikian apabila diperam akan menghasilkan buah dengan warna pucat, dan kadang-kadang buah tidak bisa matang sempurna, sehingga harga jual nyapun murah, bahkan tidak laku dipasaran khususnya pasar ekpor.
b. Buah tua, yaitu dengan kriteria warna ungu, daya simpan lama, rasa buah manis dan segar, penampilan menarik apabila disimpan dalam ruangan pendingin dengan suhu <6⁰ maka buah dapat bertahan 1bulan, buah seperti ini banyak diminati oleh pasar lokar maupun pasar luar negri, dengan harga jual relatif mahal. Baik, dengan tektur lunak, dengan rasa manis yang segar, namun daya simpannya sangat singkat, bahkan kalau tidak dilakukan penanganan yang baik maka buah manggis ini cepat busuk, sehingga memerlukan penangganan yang khusus. Biasanya buah ini hanya diperuntukkan pasar yang dekat/lokal, dan apabila untuk ekpor kurang baik karena lokasi jauh dan cepat busuk, harga buah manggis seperti ini harga relatif mahal.
Pemanenan buah manggis dengan matang penuh, jarang dilakukan oleh petani, sengga petani mengetahui betul 2 faktor penting untuk melakukan pemanenan buah manggis secara tepat, yaitu : 1) kematangan komersil, buah berada pada posisi perkembangan dan stadia senesence (penuaan), 2). Kematangan fisiologis, stadia tertentu dalam perkembangan buah dimana syarat proses kematangan terpenuhi secara sempurna.

III
UMPAN BALIK

Manggis merupakan salah satu komoditi buah buahan yang mempunyai peranan penting di pasaran dunia maupun dalam negeri, baik dalam bentuk segar maupun olahannya. Karena mempunyai nilai ekonomi tinggi, maka seorang petani harus melihat peluang yang sangat besar ini dengan daya (ketrampilannya) mengolah manggis ini agar menjadi hasil produksi yang baik dan mempunyai nilai guna yang tinggi.
Prospek yang lebih cerah ke arah agribisnis manggis semakin nyata dengan memperhatikan berbagai potensi yang ada di indonesia yang sangat besar peluangnya seperti; potensi lahan, potensi produksi, dan potensi pasar yang sangat menjanjikan bagi keuntungan petani. Untuk lebih jelas kita bisa melihat pada analisis budidaya tanaman manggis pada halaman berikut.



IV
ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN


A. ANALISIS USAHA BUDIDAYA

analisi usahatani manggis yang disusun dalam buku ini berdasarkan studi pustaka, terutama yang menyangkut factor-faktor produksi, misalnya kebutuhan pupuk optimal yang diperlukan tanaman, produksi buah rata-rata per pohon, banyaknya bibit per hektar, jumlah tenaga kerja yang diperlukan, dan peralatan yang diperlukan. Sedangkan factor-faktor lain yang menyangkut harga berdasarkan pengamatan di lapangan
perhitungan didasarkan pada hal berikut ini:
1. Bibit manggis yang ditanam berasal dari bibit sambung pucuk
2. Kebun penanaman manggis seluas satu hektar
3. Lokasi kebun memiliki sumber air yang cukup
4. Lokasi kebun sesuai dengan syarat tumbuh tanaman manggis
5. Budidaya dillakukan secara intensif
6. Tanaman mulai berproduksi pada umur 6 tahun setelah tanam
7. Jarak tanam 8 m x 10m, sehngga jumlah tanaman seluas satu hektar adalah 137 pohon
8. Produksi buah rata-rata per pohon per tahun selama 25 tahun adalah 935 butir atau setara dengan 85kg
9. Masa investasi dihitung selama 25 5tahun
10. Harga jual buah manggis di tingkat petani Rp.2.500,00/kg
11. Tenaga kerja diperhitungkan dalam satuan hari kerja setara pria (HKSP), di mana dalam 1 HKSP sama dengan 8 jam hari kerja
12. Bunga modal diperjitungkan sebagai unsure biaya, yaitu sebesar 24% per tahun
13. Biaya tak terduga diperhitungkan sebesar 10% dari biaya operasional

Perkiraan biaya dan pendaatan yang tersaji dalam analisis usahatani akan berbeda dengan daerah lain karena perbedaan agroklimat dan agroekonomi. Aka tetapi, penggunaan saran produksi dan prasaran produksi pada prinsipnya sama, sehingga dapat dijadikan pedoman perhitungan biaya dan pendapatan ada kondisi daerah yang berlainan. Disamping itu, analisi usahatani ini tidak bersifat tetap, tetapi dapat berubah-ubah sesuai dengan keadaan usaha yang sedang berlangsung.

B. biaya usahatani
Rincian Biaya Jumlah
TAHUN KE- 1
1. Sewa tanah 1 hektar selama 25 tahun per tahun Rp 1.500.000,00
2. Base camp ukuran 5m x 5m:
a. Bambu 15bt @ Rp 3.000,00
b. Dinding bambu 5 x 1,75m 8pt @ Rp 17.500.000,00
c. Paku 3,5kg @ Rp 5.000,00
d. Tali 15 m @ Rp 600,00
e. Genting 950 buah @ Rp 250,00
f. Tenaga kerja 10 HKSP @ Rp 6.500,00

3. Peralatan:
a. Tangki semprot 3 buah @ Rp 130.000,00
b. Cangkul 5 buah @ Rp 12.500,00
c. Sabit 8 buah @ Rp 3.500,00
d. Keranjang 200 buah @ Rp 3000,00
4. Bibit 165 pohon @ Rp 8.000,00
5. Tenaga kerja:
a. Pembuatan lubang tanam 10 HKSP @ Rp 6.500,00
b. Penanaman 5 HKSP @ Rp 6.500,00
c. Pemeliharaan tanaman 9 HKSP @ Rp 6.500,00
6. Pupuk:
a. Pupuk kandang 2,8 ton @ Rp 100.000,00
b. Pupuk urea 17 kg @ Rp 1.250,00
c. Pupuk SP 11,5 kg @ 2.500,00
d. Pupuk ket 6 kg @ Rp 2.500,00
7. Obat-obatan
a. Herbisida 12 liter @ Rp 66.000,00
b. Insektisida 4,31 @ 175.000,00
c. Fungisida 1,5 @ 450.000,00

Rp 37.500.000,00

Rp 45.000,00

Rp 140.000,00
Rp 17.000.00
Rp 9.000,00
Rp 237.500,00

Rp 65.000,00


Rp 390.000,00

Rp 62.500,00
Rp 28.000,00
Rp 600.000,00

Rp 1.320.000,00

Rp 65.000,00

Rp 32.500,00

Rp 58.000,00


Rp 280.000,00

Rp 21.250,00
Rp 28.750,00
Rp 15.000,00

Rp 792.000,00

Rp 752.500,00
Rp 675.000,00
Sub total biaya tahun ke-1 Rp 43.135.000,00
TAHUN KEDUA S.D TAHUN KE_4
1. Tenaga Kerja:
a. Pemupukan 45 HKSP @ Rp 6,500,00
b. Penyiangan, penyeprotan, dan pemangkasan 270 HKSP @ Rp 6.500,00


2. Pupuk:
a. Pupuk kandang 16,5 @ Rp 100.000,00
b. Pupuk urea 154,25 kg @ Rp 1.250,00
c. Pupuk SP 51,5 kg @ 2.500,00
d. Pupuk Kcl 103 kg @ 2.500,00
3. Obat-obatan
a. Herbisida 361 @ Rp 66.000,00
b. Insektisida 19,81 @ Rp 175.000,00
c. Fungisida 7,75 kg @ Rp 450.000,00


Rp 292.500,00


Rp 1.755.000,00



Rp 1.650.000,00

Rp 192.000,00

Rp 128.750.00
Rp 257.000,00

Rp 2.376.000,00
Rp 3.465.000,00

Rp 3.487.000,00
Sub total biaya tahun ke-2 s.d ke-4 Rp 13.606.067,00
TAHUN KE-5 S.D TAHUN KE-8
1. Pembuatan base camp
2. Tenaga kerja:
a. Pemupukan 45 HKSP @ Rp 6,500,00
b. Penyiangan, penyeprotan, dan pemangkasan 496 HKSP @ Rp 6.500,00
c. Panen 30 HKSP @ Rp 6.500,00
3. Pupuk:
a. Pupuk kandang 22 ton @ Rp 100.000,00
b. Pupuk urea 411 kg @ Rp 1.250,00
c. Pupuk SP 1.644 kg @ Rp 2.500,00
d. Pupuk Kcl 1.233 kg @ Rp 2.500,00
4. Obat-obatan
a. Herbisida 481 @ Rp 66.000,00
b. Insektisida 441kg @ Rp 175.000,00
c. Fungisida 15,75kg @ Rp450.000,00
Rp 514.000,00

Rp 292.500,00
Rp 3.224.000,00


Rp 195.000,00

Rp 2.250.000,00

Rp 513.750,00

Rp 4.110.000,00
Rp 3.082.500,00


Rp 3.168.000,00
Rp 7.700.000,00

Rp 7.087.500,00
Subtotal biaya tahun ke-5 s.d ke-8 Rp 32.087.250,00
TAHUN KE-9 S.D TAHUN KE-14
1. Pembuatan base camp
2. Tenaga kerja:
a. Pemupukan 90 HKSP @ Rp 6,500,00
b. Penyiangan, penyeprotan, dan pemangkasan 744 HKSP @ Rp 6.500,00
c. Panen 236 HKSP @ Rp 6.500,00
3. Pupuk:
a. Pupuk kandang 33 ton @ Rp 100.000,00
b. Pupuk urea 616,5 kg @ Rp 1.250,00
c. Pupuk SP 2.466 kg @ Rp 2.500,00
d. Pupuk Kcl 1.849,5 kg @ Rp 2.500,00
4. Obat-obatan
Herbisida 601 @ Rp 66.000,00
Rp 514.000,00

Rp 585.000,00

Rp 4.836.000,00


Rp 1.534.000,00

Rp 3.300.000,00

Rp 770.625.00

Rp 6.165.000,00
Rp 4.623.000,00


Rp 3.960.000,00
Sub total biaya tahun ke-9 s.d. ke 14 Rp 26.288.375,00
TAHUN KE-15 S.D. TAHUN KE-20
1. Pembuatan base camp(merehap)
2. Tenaga kerja:
a. Pemupukan 90 HKSP @ Rp 6,500,00
b. Penyiangan, penyeprotan, dan pemangkasan 744 HKSP @ Rp 6.500,00
c. Panen 408 HKSP @ Rp 6.500,00
3. Pupuk:
a. Pupuk kandang 33 ton @ Rp 100.000,00
b. Pupuk urea 1.066,5 kg @ Rp 1.250,00
c. Pupuk SP 2.466 kg @ Rp 2.500,00
d. Pupuk Kcl 1.849,5 kg @ Rp 2.500,00
4. Obat-obatan
Herbisida 601 @ Rp 66.000,00
Rp 514.000,00

Rp 585.000,00

Rp 4.836.000,00


Rp 2.652.000,00

Rp 3.300.000,00

Rp 1.333.000,00

Rp 6.165.000,00
Rp 4.623.000,00


Rp 3.960.000,00
Sub total biaya tahun ke-15 s.d. ke-20 Rp 27.968.875.00
TAHUN KE-21 S.D. TAHUN ke-25
1. Pembuatan base camp(merehap)
2. Tenaga kerja:
a. Pemupukan 90 HKSP @ Rp 6,500,00
b. Penyiangan, penyeprotan, dan pemangkasan 744 HKSP @ Rp 6.500,00
c. Panen 438 HKSP @ Rp 6.500,00
3. Pupuk:
a. Pupuk kandang 27,5 ton @ Rp 100.000,00
b. Pupuk urea 513,75 kg @ Rp 1.250,00
c. Pupuk SP 2.055 kg @ Rp 2.500,00
d. Pupuk Kcl 1.541,25 kg @ Rp 2.500,00
4. Obat-obatan
Herbisida 601 @ Rp 66.000,00
Rp 514.000,00

Rp 585.000,00

Rp 4.836.000,00


Rp 2.847.000,00

Rp 2.750.000,00

Rp 642.187,00

Rp 5.137.000,00
Rp 3.853.125,00


Rp 3.960.000,00
Sub total biaya tahun ke-21 s.d. tahun ke-25 Rp 25.124.812.00
Total biaya opersional tahun ke-1 s.d. ke-12
Bunga 24% per tahun (Rp 17.198.906,00), maka bunga modal selama 5 tahun
Biaya tak terduga 10% Rp 168.209.374,00
Rp 85.994.533,00

Rp 16.820.000,00
TOTAL BIAYA TAHUN KE-1 S.D. KE-25 Rp 271.024.844,00









C. Modal Usaha Tani
Uraian Jumlah
1. Sewa tanah 1 hektar selama 25 tahun
2. Pembuatan base camp
3. Peralatan
4. Bibit 165 pohon
5. Tenaga kerja
6. Pupuk
7. Obat-obatan
8. Biaya tak terduga

TAHUN KE-2 S.D. TAHUN KE-4
1. Tenaga kerja
2. Pupuk
3. Obat-obatan
4. Biaya tak terduga

TAHUN KE-5
1. Pembuatan base camp (merehap)
2. Tenaga kerja
3. Pupuk
4. Obat-obatan
5. Biaya tak terduga 10% Rp 37.500.000,00
Rp 514.000,00
Rp 1.080.500,00
Rp 1.320.000,00
Rp 156.000,00
Rp 345.000,00
Rp 2.219.500,00
Rp 4.313.500,00


Rp 2.047.500,00
Rp 2.229.062,00
Rp 9.328.500,00
Rp 1.360.506,00


Rp 514.000,00
Rp 927.875,00
Rp 2.476.000,00
Rp 4.488.875,00
Rp 840.000,00
Jumlah modal Rp 71.662.111,00


C. Analisis Keuntungan Usaha Tani
Pendapatan usaha tani:
Nilai total produksi selama 20 tahun 935 butir (85kg) x 137 x 20 x Rp 2.500,00
Biaya produksi:
Biaya produksi selama 25 tahun

Rp 582.250.000,00

Rp 271.024.844,00
Keuntungan usaha tani Rp 311.225.156,00




D. Analisis TitiK Impas Pulang Modal
Total biaya produksi
1. BEP volume produksi =
Harga penjualan

271.024.844
=
2.500
= 108.409,94 = 108,4 ton
Ini berarti pada tingkat penjualan sejumlah 108,4 ton bauh manggis diperoleh titik impas pulang modal

Total biaya produksi
2. BEP harga produksi =
Total penjualan

271.024.844
=
232.900
= Rp 1,163,7
Ini berarti pada tingkat harga Rp 1.163,7 per kg buah manggis akan diperoleh titik impas pulang modal

E. Analisis kelayakan Usaha
Total pendapatan
B/C ratio =
Total biaya produksi
582.250.000
=
271.024.844
= 2,15
Ini berarti bahwa dari biaya Rp 271.024.844 yang dikeluarkan akan diperoleh penerimaan sebesar 2,15 kali lipat


F. Analisis Tingkat Efisiensi Penggunaan Modal
Keuntungan usaha tani
• ROI = x 100%
Modal usaha tani
311.225.156
= x 100%
71.662.111
= 434,3%
Ini berarti bahwa dari Rp 100,- modal yang ditanam, keuntungan yang diperoleh adalah sebesar Rp 434,3.

• Rasio keuntungan terhadap pendapatan:
Keuntungan usaha tani
= x 100%
Pendapatan usaha tani
311.225.156
= x 100%
582.250.000
= 53,4%



















DAFTAR PUSTAKA

1) AAK. 1992. Bertanam Pohon Buah-buahan 2. Penerbit Kanisisus.
2) Rahardi, Yovita H. Indriani & Haryono. 1999. Agribisnis Tanaman Swadaya. Jakarta.
2) Trubus no 340. 1998. Masih Diperlukan Penambahan 50.129
3) R. Bambang Soelarso, Ir. 1996. Budidaya Manggis Bebas
Kanisisus. Yogyakarta.
4) Bonus Trubus No. 345. 1998. Celah-celah Usaha Terpilih.
















KATA PENGANTAR

Manggis sering disebut “Ratu Buah” (Queen of fruit). Buah manggis memiliki prospek bisnis yang sangat baik karena banyak digemari oleh masyarakat, baik dalam negeri maupun luar negeri. Namun, pengebangan budidaya manggis di Indonesia tampaknya tidak sepesat dan tidak sebaik pengembangan bididaya di negara-negara lain. Petani Indonesia pada umumnya menanam manggis hanya sekadar pengisi tanah-tanah pekarangan, dan lahan-lahan kering lainnya tanpa perawatan yang baik. Pengembangan bidi daya manggis secara besar-besaran dan berwawasan agribisnis belum banyak dilakukan di Indonesia. Padahal tanaman manggis yang dibudidayakan dengan baik dapat memberikan keuntungan yang sangat besar.
Pengembangan budi daya manggis memang memerlukan sarana informasi yang lengkap agar agar ppetani dapat mengembangkannya dengan baik dengan hasilnya yang baik pula. Buku Budi Daya dan Analisis Usaha Tani Manggis ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lengkap kepada para petani agar dapat mengembangkan budi daya manggis di Indonesia dengan lebih baik dan lebih maju sehingga menghasilkan buah manggis yang berkualitas tinggi.
Buku ini tentu saja masih dapat disempurnakan lagi dikemudian hari. Oleh Karena itu, peulis menerima dengan senang hati segala masukan, saran, dan kritik yang membagun, baik dari paa pembaca maupun para pengguna buku ini.
Akhir kata, kami tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen pengasuh mata kuliah kewirausahaan dan teman – teman, berbagai pihak, dan lain-lain yang mendorong terwujudnya buku ini.
Semoga buku ini memenuhi fungsinya



Kupang, April 2010


Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR I
DAFTAR ISI II

PENDAHULUAN 1
MANAJEMEN USAHA BUDIDAYA MANGGIS 2
SEJARAH SINGKAT 3
JENIS TANAMAN 3
MORFOLOGI 4
SYARAT-SYARAT TUMBUH 5
IKLIM 5
KEADAAN TANAH 6
PEDOMAN BUDIDAYA 7
PEMBIBITAN 7
PENYIAPAN BIBIT 9
PENGELOLAAN MEDIA TANAM 11
TEKNIK PENANAMAN 12
HAMA DAN PENYAKIT 14
PANEN DAN PASCAPANEN 16
PERKIRAAN PRODUKSI 17
MANFAAT TANAMAN MANGGIS 20
GAMBARAN PELUANG AGRIBISNIS 21
STANDARD PRODUKSI 22
TEKNIK MEMPERTAHANKAN MUTU MANGGIS 25
UMPAN BALIK 28
ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 28
a.analisis usaha budidaya 28
b. BIAYA USAHA TANI 29
c. ANALISIS USAHA TANI 34
d. ANALISIS TITIK IMPAS PULANG MODAL 35


KEWIRAUSAHAAN
BUDIDAYA
DAN
ANALISIS USAHA TANI









NAMA : JEFFRY U. S. JAMILAGA
NIM : 0804022570
SEMESTER : IV (EMPAT)
PRODY : AGRIBISNIS
DOSEN P.A : Ir. M. M. J. KAPA,M.Agr.Sc

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2010





BUDIDAYA
Dan
ANALISISIS USAHA TANI
MANGGIS

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar